News Flash

Menu

ROMBONGAN BUPATI TERHENTI KARENA ADA GALIAN SALURAN YANG SALAH

                            Menampilkan IMG-20150224-00164.jpg 
 
Melihat galian yang lumpurnya hampir menjorok kejalan raya, serta merta Bupati dan wakil Bupati Gresik menghentikan perjalannannya. Sambari - Qosim memilih turun dari kendaraan dinasnya. Seketika iring-iringan rombongan Bupati Gresik lengkap dengan pengawalan foreder dari Kepolisian yang mau menuju acara sambung rasa di Desa Sukorejo, Sidayu Selasa (24/2/2015) juga ikut berhenti. Semuanya pada turun mengikuti Bupati dan wakil Bupati Gresik yang sudah turun duluan.
 
Saat itu memang ada pengerjaan pembuatan saluran air didepan PT Elitestar Primajaya di Jalan Raya Manyar. Beberapa pekerja dan operator alat berat backhoe tengah mengerjakan pengerukan sebelum Sambari-Qosim tiba ditempat itu. “Wah ini kok dikeruk dari sini ? mestinya dikeruk dari sebelah utara didekat pembuangan. Kalau dari sini dipastikan akan banjir lumpur dan mengganggu pemakai jalan”ujar Sambari yang didampingi Qosim.
 
Melihat keadaan ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bambang Isdianto yang juga ikut dalam rombongan Bupati ikut menengahi keadaan. Setelah memanggil penanggung jawab proyek serta menyampaikan tehnis pengerjaan yang dimaksud Bupati akhirnya pihak proyek menyadari kesalahannya. Seketika itu juga para pekerja dan alat berat digeser kesebelah utara untuk memulai pengerjaan pembuatan saluran dari sebelah utara dekat dengan saluran pembuangan (sungai).
 
Tentang pembuatan saluran air di Jalan Manyar ini Bupati menyatakan, mestinya ini wilayah Pemerintah Propinsi Jawa Timur karena jalan ini jalan Provinsi. “Kami terpaksa mengerjakan pembuatan saluran ini karena disini setiap hujan turun selalu banjir. Masyarakat banyak mengeluhkan tentang banjir dan macet terutama saat jam sibuk. Demi kebaikan kita bersama maka kami terpaksa memulai mengerjakan pembuatan saluran ini” katanya.
 
Dengan berderetnya bangunan untuk industry dan pergudangan di Jalan Raya Manyar, Bupati Gresik menyatakan kecewa akan lingkungan tersebut. “Hampir 80 persen bangunan disini tidak memiliki saluran air. Padahal pada proses perijinannya sudah jelas ada Garis sempadan pagar (GSP) dan Garis sempadan bangunan (GSB) serta keharusan untuk membuat saluran air” katanya.
 
Kalau melihat dari sejarahnya dulu serta block plan yang saya pelajari, sepanjang Jalan Raya Manyar ini ada saluran air. “Entah kenapa saluran air disini kok ditutup seiring tumbuhnya bangunan-bangunan industry dan pergudangan yang baru. Untuk bangunan yang akan berdiri, saya akan lebih menertibkan agar bangunan tersebut wajib membuat saluran air dan tetap memperhatikan GSP dan GSB” tegas Sambari yang didampingi H. Mohammad Qosim. 
 

Share This:

Post Tags:

No Comment to " ROMBONGAN BUPATI TERHENTI KARENA ADA GALIAN SALURAN YANG SALAH "

  • To add an Emoticons Show Icons
  • To add code Use [pre]code here[/pre]
  • To add an Image Use [img]IMAGE-URL-HERE[/img]
  • To add Youtube video just paste a video link like http://www.youtube.com/watch?v=0x_gnfpL3RM