ROMBONGAN BUPATI TERHENTI KARENA ADA GALIAN SALURAN YANG SALAH
Melihat galian yang lumpurnya hampir menjorok kejalan raya, serta
merta Bupati dan wakil Bupati Gresik menghentikan perjalannannya. Sambari -
Qosim memilih turun dari kendaraan dinasnya. Seketika iring-iringan rombongan
Bupati Gresik lengkap dengan pengawalan foreder dari Kepolisian yang mau menuju
acara sambung rasa di Desa Sukorejo, Sidayu Selasa (24/2/2015) juga ikut
berhenti. Semuanya pada turun mengikuti Bupati dan wakil Bupati Gresik yang
sudah turun duluan.
Saat itu memang ada pengerjaan pembuatan saluran air didepan
PT Elitestar Primajaya di Jalan Raya Manyar. Beberapa pekerja dan operator alat
berat backhoe tengah mengerjakan pengerukan sebelum Sambari-Qosim tiba ditempat
itu. “Wah ini kok dikeruk dari sini ? mestinya dikeruk dari sebelah utara
didekat pembuangan. Kalau dari sini dipastikan akan banjir lumpur dan
mengganggu pemakai jalan”ujar Sambari yang didampingi Qosim.
Melihat keadaan ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bambang
Isdianto yang juga ikut dalam rombongan Bupati ikut menengahi keadaan. Setelah
memanggil penanggung jawab proyek serta menyampaikan tehnis pengerjaan yang
dimaksud Bupati akhirnya pihak proyek menyadari kesalahannya. Seketika itu juga
para pekerja dan alat berat digeser kesebelah utara untuk memulai pengerjaan
pembuatan saluran dari sebelah utara dekat dengan saluran pembuangan (sungai).
Tentang pembuatan saluran air di Jalan Manyar ini Bupati
menyatakan, mestinya ini wilayah Pemerintah Propinsi Jawa Timur karena jalan
ini jalan Provinsi. “Kami terpaksa mengerjakan pembuatan saluran ini karena
disini setiap hujan turun selalu banjir. Masyarakat banyak mengeluhkan tentang
banjir dan macet terutama saat jam sibuk. Demi kebaikan kita bersama maka kami
terpaksa memulai mengerjakan pembuatan saluran ini” katanya.
Dengan berderetnya bangunan untuk industry dan pergudangan
di Jalan Raya Manyar, Bupati Gresik menyatakan kecewa akan lingkungan tersebut.
“Hampir 80 persen bangunan disini tidak memiliki saluran air. Padahal pada
proses perijinannya sudah jelas ada Garis sempadan pagar (GSP) dan Garis
sempadan bangunan (GSB) serta keharusan untuk membuat saluran air” katanya.
Kalau melihat dari sejarahnya dulu serta block plan yang
saya pelajari, sepanjang Jalan Raya Manyar ini ada saluran air. “Entah kenapa
saluran air disini kok ditutup seiring tumbuhnya bangunan-bangunan industry dan
pergudangan yang baru. Untuk bangunan yang akan berdiri, saya akan lebih
menertibkan agar bangunan tersebut wajib membuat saluran air dan tetap
memperhatikan GSP dan GSB” tegas Sambari yang didampingi H. Mohammad Qosim.
.png)

























No Comment to " ROMBONGAN BUPATI TERHENTI KARENA ADA GALIAN SALURAN YANG SALAH "