GUBERNUR SETUJUI PENGHAPUSAN TIGA BUMD JATIM
Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo memastikan dan setuju menghapus tiga
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini tidak sehat atau merugi.
Tiga BUMD itu, yakni PT JMU (Jatim Marga Utama), PT Jatim Krida Utama
(JKU) dan PT Jatim Investment Management (JIM).
“Tahun ini, posisi BUMD tidak lagi menjadi pelayan masyarakat, tapi
harus mampu membiayai daerah. Untuk itu semuanya dijadikan Perseroan
Terbatas (PT). Sebaliknya pada era Presiden Soeharto keberadaan BUMD
adalah perusahaan daerah, dimana fungsinya selain profit juga sosial.
Karenanya, berdasar kenyataan dan aturan, maka diputuskan pada tahun
ini, tiga BUMD Jatim masing-masing JIM, JKU dan JMU tidak lagi di
merger, tapi langsung dihapus,” ujar Soekarwo, Senin (23/2).
Sementara untuk tiga BUMD yang dihapus akan diserahkan pada Badan
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). “Yang pasti setelah
penghapusan ini, tiga BUMD akan kami serahkan pada BPKAD,” tegasnya.
Anggota Komisi C DPRD Jatim, Anik Maslacha mengatakan setuju dengan
penghapusan tiga BUMD tersebut. Oleh karena itu Komisi C terus mendorong
BUMD agar terus berbenah diri dan bekerja lebih profesional. Apabila
usaha pembenahan sudah dilakukan tetapi BUMD tersebut tak kunjung sehat,
maka tak ada opsi lain selain likuidasi. “Memang fungsi BUMD tak
semata-mata berorientasi pada keuntungan. Tapi kalau terus merugi ya
lebih baik dilikuidasi saja,” tegasnya.
Ia menjelaskan, selama ini deviden yang disumbangkan BUMD kepada
pemprov tak pernah lebih dari 5 persen. Padahal, bunga deposito bank
paling rendah saja mencapai 10 persen. Karena itu lebih menguntungkan
menyimpan dana di deposito ketimbang memberi dana penyertaan ke BUMD.
Ia juga mengungkapkan, dari 12 BUMD yang sehat hanya Bank Jatim dan
UMKM saja yang tergolong sehat. Sementara sisanya tidak sehat termasuk
PT Panca Wira Usaha (PWU) yang memiliki banyak aset potensial. Karena
itu, dalam 5 bulan ini Komisi C bertugas prioritasnya mendorong BUMD
berbenah. Terbukti saat ini satu persatu kinerja BUMD dibedah. PT PWU
mendapat giliran pertama untuk dibedah.
“Selama 5 bulan ini bertugas, Komisi C membedah kinerja BUMD. PT PWU
mendapat giliran pertama, kami targetkan bulan Maret sudah selesai.
Sehingga bisa menyusul BUMD yang lain,” ujarnya.
.png)

























No Comment to " GUBERNUR SETUJUI PENGHAPUSAN TIGA BUMD JATIM "