KHOTMIL QUR’AN DI SETIAP KECAMATAN DAN MEMBANGUN PUSAT ISLAM DI EKS WILKER

Gresiknews1jatim regional,Gresik - Kedepan Gresik harus lebih religious,
demikian seuntai kalimat pernyataan yang disampaikan Bupati Gresik Dr.
Sambari Halim Radianto saat memberikan pembekalan kepada 326 Kader
Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti
Praja, Rabu (31/12).
Rtekad yang disampaikan Bupati ini senyampang dengan gagasan untuk
menjadikan alun-alun Gresik sebagai pusat budaya Islam. Bupati Gresik
menyatakan untuk meningkatkan Gresik lebih religious dengan membangun
pusat kebudayaan Islam di tiap eks wilker Bupati yaitu wilker Driyorejo,
Wilker Cerme, wilker Gresik dan wilker Sidayu dapat menjadi pusat
budaya Islam diwilayahnya.
Beberapa gagasan lain yang disampaikan Bupati untuk memperkuat brand
image Gresik sebagai kota santri yaitu mewajibkan semua kantor Kecamatan
di Kabupaten Gresik untuk mengadakan hataman Al Qur’an setiap sebulan
sekali. Pembangunan tempat ibadah/mushollah pada kantor dinas instansi
dan perusahaan. “ Membangun mushollah sesuai kapasitas karyawan serta
secara estetika lebih baik dan eksklusif” kata Sambari.
Harapan Sambari yang saat itu didampingi Wakil Bupati Gresik Mohammad
Qosim yaitu menjadikan Gresik sebagai kota terdepan dalam insdustri dan
Santri. “Pelan-pelan tapi pasti akan saya lakukan saat kami masih
memimpin Gresik” ujar Sambari Qosim memastikan. Sambari – Qosim yang
tampil bareng dihadapan para Kader Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan
beberapa pembangunan yang telah dilaksanakan.
Mulai dari Utara, Di alun-alun Sidayu ada Gelanggang pemuda dan olahraga
yang dilengkapi dengan stand penataan PKL, ada bendung Gerak Sembayat
(BGS), ada waduk di Panceng, Pelabuhan International, Pembangunan WEP
tahap I dan II, ada Pembangunan Lapangan olahraga Lengis, Pembangunan
Jalan, Puskesmas, Lapter, Rumah sakit dll.
Selain Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim yang menjadi Pembicara,
Pelatihan para kader pemberdayaan masyarakat (KPM) juga menghadirkan
pembicara, Bagong Suyanto dari Unair Surabaya. Menurut Kepala Badan
Pemberdayaan Masyarakat, Agus Budiono mengatakan, dengan pelatihan ini
para KPR bisa berperan sebagai agen perubahan di desa. (Arz) team
.png)

























No Comment to " KHOTMIL QUR’AN DI SETIAP KECAMATAN DAN MEMBANGUN PUSAT ISLAM DI EKS WILKER "