PII Sudah Terbentuk di Kabupaten Malang
Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Malang sudah terbentuk sejak
Tahun 2013 lalu. Susunan kepengurusannya untuk masa bakti Tahun
2013-2016 juga sudah disahkan oleh pengurus pusat PPI. Sebagai langkah
awal Rabu (11/2) kemarin, organisasi profesi yang ada di Kabupaten
Malang ini sudah melakukan rapat koordinasi. Demikian disampaikan Kabag
Humas, Dr. Ir. Budiar, M.Si di sela-sela kesibukannya.
Lebih lanjut dikatakannya, “Agenda utama dalam rapat kerja perdana PII adalah menyusun Program Kerja. Yang kemudian bakal dilanjutkan dengan menyusun jadwal kegiatan. Organisasi ini juga menetapkan Bupati Malang, H. Rendra Kresna dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Drs. Hari Sasongko sebagai pembina.”
Jika instrumen-instrumen organisasi sudah lengkap, masih menurut Kabag Humas, PII dalam waktu dekat juga bakal menemui Bupati Malang untuk melakukan audiensi.
Sehari berselang, ketika di temui di kantornya, Ketua PII Cabang Malang, Ir. Budi Iswoyo, MM yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengatakan hal senada terkait rakor perdana PII, “Rapat tersebut diikuti dari pengurus dan juga kawan-kawan SKPD yang bergelar insinyur. Tujuanya adalah untuk samakan persepsi dan pemahaman terhadap keinsinyuran.
Apa itu keinsinyuran? juga terkait pengaturan kompetensi insinyur. Karena setiap lulusan teknik tidak bisa langsung bergelar insinyur tapi harus ada uji kompetensinya.”
“Pada tahap awal ini, kita juga akan melakukan pendataan anggota, yakni insinyur baik PNS atau pengawai swasta maupun pebisnis.
Dan dari hasil pendataan itu akan kita berikan kartu tanda anggota,”terangnya.
Orgisasi PII sendiri menurut Ir. Budi bisa saja dibentuk oleh kamunitas insinyur di suatu wilayah, tidak harus kabupaten atau kota. “Kebetulan saja saya di dinas. Namun kedepan pemilihan
kepengurusan PII dilakukan melalui kongres. Disamping itu PII secara keorganisasian sudah terbentuk sejak tahun 1952 dan menjadi organisasi tertua kedua setelah IDI. Hanya saja dalam pelaksanaannya memang belum begitu nampak. Akan tetapi kegiatan anggota PII sendiri sudah sejak lama aktif, mereka terhimpun di beberapa organisasi seperti Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Asosiasi Perencana Pemerinah Indonesia (APPI), Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI). Karena sekarang sudah ada UU, maka dengan UU itu kita berjalan,” tambahnya. “Sesuai UU No. 11 tahun 2013 ini pula kita memiliki kewajiban untuk menerima pendaftaran sertifikasi, untuk selanjutnya dilakukan verifikasi dan falidasi (verval) agar bisa memperoleh sertifikat dari PII pusat.”
Terkait program kerja PII Cabang Malang, diawal-awal kegiatannya, terlebih dahulu PII akan mengadakan seminar dan work shop. “Ini bisa jadi media sosialisasi. Nantinya kita juga akan adakan bhakti sosial dan masih banyak kegiatan lainnya. PII pada dasarnya sangat mendukung pembangunan di Kabupaten Malang.
Karena sebagian besar pembangunan itu harus ada orang-orang yang berkompeten. Tidak sembarang orang boleh melakukan pembangunan, baik jalan, gedung. Dan di dalam organisasi ini ada banyak bidang, mulai dari bidang sipil, mesin, elektro, kimia, pertanian dan beberapa bidang lain,” Jelas pria yang pernah menjabat kepala Bapedda Kabupaten Malang ini. “Saya berharap, seluruh insinyur di Kabupaten Malang termasuk di Indonesia, semua berkompeten. Sehingga ketika dia melaksanakan tugasnya sebagai insinyur, tidak melakukan mal praktek. Artinya dia bisa melaksanakan sesuai kaidah-kaidah yang ada dan tetap memegang kode etik insinyur.
Lebih lanjut dikatakannya, “Agenda utama dalam rapat kerja perdana PII adalah menyusun Program Kerja. Yang kemudian bakal dilanjutkan dengan menyusun jadwal kegiatan. Organisasi ini juga menetapkan Bupati Malang, H. Rendra Kresna dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Drs. Hari Sasongko sebagai pembina.”
Jika instrumen-instrumen organisasi sudah lengkap, masih menurut Kabag Humas, PII dalam waktu dekat juga bakal menemui Bupati Malang untuk melakukan audiensi.
Sehari berselang, ketika di temui di kantornya, Ketua PII Cabang Malang, Ir. Budi Iswoyo, MM yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengatakan hal senada terkait rakor perdana PII, “Rapat tersebut diikuti dari pengurus dan juga kawan-kawan SKPD yang bergelar insinyur. Tujuanya adalah untuk samakan persepsi dan pemahaman terhadap keinsinyuran.
Apa itu keinsinyuran? juga terkait pengaturan kompetensi insinyur. Karena setiap lulusan teknik tidak bisa langsung bergelar insinyur tapi harus ada uji kompetensinya.”
“Pada tahap awal ini, kita juga akan melakukan pendataan anggota, yakni insinyur baik PNS atau pengawai swasta maupun pebisnis.
Dan dari hasil pendataan itu akan kita berikan kartu tanda anggota,”terangnya.
Orgisasi PII sendiri menurut Ir. Budi bisa saja dibentuk oleh kamunitas insinyur di suatu wilayah, tidak harus kabupaten atau kota. “Kebetulan saja saya di dinas. Namun kedepan pemilihan
kepengurusan PII dilakukan melalui kongres. Disamping itu PII secara keorganisasian sudah terbentuk sejak tahun 1952 dan menjadi organisasi tertua kedua setelah IDI. Hanya saja dalam pelaksanaannya memang belum begitu nampak. Akan tetapi kegiatan anggota PII sendiri sudah sejak lama aktif, mereka terhimpun di beberapa organisasi seperti Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Asosiasi Perencana Pemerinah Indonesia (APPI), Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI). Karena sekarang sudah ada UU, maka dengan UU itu kita berjalan,” tambahnya. “Sesuai UU No. 11 tahun 2013 ini pula kita memiliki kewajiban untuk menerima pendaftaran sertifikasi, untuk selanjutnya dilakukan verifikasi dan falidasi (verval) agar bisa memperoleh sertifikat dari PII pusat.”
Terkait program kerja PII Cabang Malang, diawal-awal kegiatannya, terlebih dahulu PII akan mengadakan seminar dan work shop. “Ini bisa jadi media sosialisasi. Nantinya kita juga akan adakan bhakti sosial dan masih banyak kegiatan lainnya. PII pada dasarnya sangat mendukung pembangunan di Kabupaten Malang.
Karena sebagian besar pembangunan itu harus ada orang-orang yang berkompeten. Tidak sembarang orang boleh melakukan pembangunan, baik jalan, gedung. Dan di dalam organisasi ini ada banyak bidang, mulai dari bidang sipil, mesin, elektro, kimia, pertanian dan beberapa bidang lain,” Jelas pria yang pernah menjabat kepala Bapedda Kabupaten Malang ini. “Saya berharap, seluruh insinyur di Kabupaten Malang termasuk di Indonesia, semua berkompeten. Sehingga ketika dia melaksanakan tugasnya sebagai insinyur, tidak melakukan mal praktek. Artinya dia bisa melaksanakan sesuai kaidah-kaidah yang ada dan tetap memegang kode etik insinyur.
.png)

























No Comment to " PII Sudah Terbentuk di Kabupaten Malang "