Jokowi Tetap Andalkan Jatim jadi Lumbung Padi Nasional
| Gubernur Jatim Bersama Presiden Indonesia,Menteri Pertanian Meninjau Bendungan Budengan di Kramat Jati Kabupaten Ngawi |
JATIM REGIONAL,JATIM. Provinsi Jawa Timur masih menjadi andalan sebagai lumbung padi nasional. Karena itu, sejumlah bendungan yang belum beroperasi secara optimal harus segera diperbaiki agar dapat mengairi lahan sawah yang kering, sehingga produksi padi di Jatim menjadi lebih maksimal.
Hal itu ditegaskan Presiden Ri, Joko Widodo atau yang akrab disapa
Jokowi saat meninjau normalisasi bendungan Budengan di Desa Legundi,
kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.
Jokowi mengatakan, Jatim merupakan provinsi yang produksi padinya
sangat bagus sehingga menjadi prioritas utama dalam mewujudkan misi
swasembada pangan. Karena itu, ia lebih fokus melaksanakan normalisasi
bendungan yang sudah ada daripada membangun bendungan baru.
“Kalau membangun bendungan baru, butuh waktu 3-4 tahun... padahal kita
sedang kejar target, karena itu, fokus utama kita adalah
mengidentifikasi dimana ada bendungan-bendungan yang perlu dikeruk,
diperbaiki, aliran tersiernya juga segera dibuat agar airnya bs masuk ke
sawah. Salah satunya bendungan Budengan” jelasnya.
Jokowi menambahkan, karena begitu pentingnya peran bendungan Budengan
bagi pertanian di Jatim, khususnya Ngawi. Ia minta dalam dua minggu
normalisasi bendungan Budengan harus sudah rampung. “Saya minta 2 minggu
selesai, saya optimis bisa dicapai karena disini TNI, Polri, dan warga
ikut bekerja. Ini baru namanya kerja..kerja.. dan kerja” tuturnya.
| Pakde Karwo menjelaskan kondisi bendungan di Jatim kepada Presiden Jokowi
|
Senada dengan Jokowi, Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo juga optimis
Jatim masih menjadi lumbung padi nasional. Pakde Karwo, sapaan akrabnya
mengatakan, produksi padi Jatim pada 2014 tertinggi secara nasional
mencapai 12,3 juta ton dari luas panen sebesar 2.056.192 ha. Sementara
ketersediaan beras mencapai 8,5 Juta Ton, konsumsi 3,4 Juta Ton Beras,
dan surplus 5,1 Juta Ton Beras.
Pakde Karwo melanjutkan, normalisasi bendungan Budengan mendapat
dukungan penuh dari Pemprov Jatim. “Kami siap mendukung target bapak
Presiden agar bendungan ini segera rampung. Karena ini demi
kesejahteraan masyarakat Jatim, dan Ngawi pada khususnya” ujarnya.
Berdasarkan informasi, bendungan Budengan dibangun pada 1971 dengan
luas penyangga lahan pertanian seluas 1.593 ha untuk mengaliri sebanyak
14 desa di 3 kecamatan (Karangjati, Pangkur dan Kwadungan). Bendungan
tersebut sejak 1982 belum pernah dilakukan pengerukan, akibatnya terjadi
penumpukan sedimen (lumpur) sehingga hanya 10 desa yang sawahnya bisa
dialiri air.
Ditargetkan, setelah dilakukan pengerukan sedimen, diharapkan terjadi
kenaikan luas tanam sebesar 849 ha yang berakibat pada naiknya
produktivitas padi. Jika produktivitas padi sebesar 6,5 ton/ha maka ada
tambahan sebanyak 5518,5 ton GKP atau ada tambahan pendapatan sebesar
Rp. 22.074.000.000.
ARZ TEAM JATIM REGIONAL
.png)

























No Comment to " Jokowi Tetap Andalkan Jatim jadi Lumbung Padi Nasional "