Harga Beras Melambung, Wapres Instruksikan Bulog Segera Salurkan 300.000 Ton Raskin
Sejak November 2014 lalu, harga beras terus menanjak. Wakil Presiden
(Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, naiknya hrga beras itu karena kurangnya
suplai ke pasar, utamanya beras untuk rumah tangga miskin (raskin) yang
tidak tersalurkan dalam 3 (tiga) bulan terakhir.
Karena itu, Wapres menginstruksikan Badan Urusan Logistik (Bulog)
agar segera menyalurkan raskin. “Untuk mengatasi kekurangan ini, Bulog
segera keluarkan raskin 300.000 ton,” kata Wapres saat memimpin rapat
tentang stabilitas harga beras di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin
(23/2).
Wapres memperkirakan, kenaikan harga beras disebabkan faktor suplai,
karena permintaan beras tidak berubah. Namun demikian, Wapres
mengingatkan, kenaikan harga pangan, sangat mempengaruhi kondisi
masyarakat golongan bawah, karena 60 persen pengeluaran mereka untuk
membeli beras.
“Kenaikan Rp. 1.000,- hingga Rp. 2.000,- per kg sangat terasa berat bagi masyarakat golongan bawah,” ucap Wapres.
Dijelaskan Wapres, jumlah penduduk kita sebanyak 250 juta. Kebutuhan
beras sebesar 128 kg setiap penduduk per tahun, artinya kita membutuhkan
beras sebanyak 32 juta ton dalam satu tahun. Kebutuhan setiap bulannya
adalah 2,66 juta ton/bulan. “Mestinya suplai ini ada di pasar, termasuk
raskin 232 ribu ton atau 9 persen dari suplai,” ujarnya.
Namun, lanjut Wapres, selama tiga bulan ini, penyaluran raskin tidak
berjalan lancar karena masalah administrasi. Ia menyebut, hal nilah yang
menjadi penyebab defisit suplai beras sehingga beras mengalami kenaikan
harga.
“Jadi, orang miskin yang biasa membeli beras seharga Rp. 1.600/kg, kini selama 3 bulan membeli Rp. 8.000/kg,” ungkap Wapres.
Untuk mengatasi kekurangan itulah, Wapres meminta Bulog segera mengeluarkan raskin 300.000 ton.
Sementara untuk memperlancar penyalurannya, Pemerintah melalui
Kementerian Dalam Negeri akan mengingatkan pemerintah daerah untuk
mengajukan Surat Penentuan Alokasi (SPA) agar Bulog dapat segera
melakukan penyaluran kekurangan raskin.
“Kekurangan raskin ini diambil dari cadangan Bulog, karena saat ini
ketersediaan cadangan Bulog sebesar 1,4 juta ton, dan pada bulan Maret
2015 diperkirakan telah mulai panen, bahkan pada bulan April 2015 sudah
panen raya,” jelas Wapres.
Produksi Menurun
Sebelumnya Menko Perekonomian Sofyan Jalil mengatakan, bahwa kenaikan
harga beras terus terjadi sejak Oktober 2014 hingga kini. Sementara
itu, produksi padi tahun 2014 menurun dari produksi padi, dan lebih
rendah dibanding 2012.
“Defisit suplai beras terjadi bulan November 2014 hingga Februari 2015 dan stok beras turun signifikan,” jelas Sofyan.
Sementara Dirut Perum Bulog Lenny Sugihat mengatakan, selama tiga
bulan ini, penyaluran raskin tidak berjalan lancar karena masalah
administrasi. Ia menyebutkan, selama 3 bulan ini raskin yang seharusnya
dikeluarkan sebanyak 232.000 ton setiap bulannya, baru dikeluarkan
sebanyak 2 x 144.500 ton.
Rapat tentang stabilitas harga beras yang dipimpin oleh Wapres Jusuf
Kalla itu diikuti oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Gubernur Bank
Indonesia Agus Martowardoyo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(LHK) Siti Nurbaya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry
Mursyidan Baldan, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Pertanian
Amran Sulaiman, Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik
(Perum Bulog), dan Kepala Badan Pusat Statistika Suryamin.
.png)

























No Comment to " Harga Beras Melambung, Wapres Instruksikan Bulog Segera Salurkan 300.000 Ton Raskin "