WANITA CANTIK DAN KORUPTOR
![]() |
| ILUSTRASI |
Jatim Regional,Gresik. Dalam dua tahun terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepertinya selalu menjatuhkan ‘mental’ para koruptor dengan memanggil wanita-wanita dalam pusaran korupsi. Dan di awal tahun 2015 ini, kembali, KPK pun lebih dulu memeriksa wanita-wanita yang sudah ditetapkan menjadi tersangka korupsi. Seperti istri muda Fuad Amin, dan kini terbaru salah satu politisi Partai Hanura Susaningtyas Kertopati, salah satu saksi dari tersangka KPK Komjen Budi Gunawan. Beginikah cara KPK menjerat para tersangkanya dengan mudah?
Dalam data yang di himpun jatim regional nasional group, kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK, juga selalu melibatkan wanita di pusaran korupsi. Setidaknya ada 7 wanita yang sempat menjadi perhatian publik, karena ‘masuk’ dalam lingkaran yang diduga mengetahui dan keterkaitan dengan aliran dana. Mulai dari Maharany Suciono, mahasiswi Universitas Trisakti yang kepergok bersama Ahmad Fathanah, kader Partai Keadilan Sejahtera. Dari Maharany Suciono itu, kemudian mencuat beberapa wanita cantik yang ikut terekspos, menyusul istri siri Fathanah Sefty Sinustika, model Vitalia Sesha, sampai muncul istri muda Irjen Djoko Susilo Dipta Anindita dan Maharani. Hingga yang terbaru, Istri muda Fuad Amin, Siti Masnuri.
Untuk Siti Masnuri, ia memenuhi panggilan KPK karena diduga mengetahui aliran dana suap jual gas alam untuk Pembangkita Listrik Tenaga Gas di Bangkala, Jawa Timur oleh mantan Bupati Fuad Amin.
Siapakah Siti itu? Siti juga pernah tercatat sebagai Ketua tim Penggerak PKK Bangkalan. Jabatan tersebut diembannya ketika Fuad Amin masih menjabat sebagai bupati Bangkalan.
Lulusan sarjana pendidikan itu sempat hendak dijadikan menjadi calon bupati Bangkalan pada 2013 lalu oleh Fuad Amin. Namun, niat terebut batal karena Fuad akhirnya ternyata memilih anaknya Makmun Ibnu Fuad alias Ra Momon.
Usia Siti terpaut dari Fuad. Berdasarkan identitas yang diserahkan ke resepsionis KPK, Siti tercatat lahir tahun 1981 atau kini berumur 33 tahun.
Cewek Suap Impor Sapi
Sebelum itu, Kasus tertangkapnya Ahmad Fathanah masih menjadi buah bibir seluruh lapisan masyarakat hingga saat ini. Betapa tidak, begitu banyak orang-orang khususnya wanita yang turut terseret dalam masalah tersebut.
Teman dekat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini dikelilingi banyak wanita cantik dan seksi. Hal itu mulanya terbukti ketika ditangkap di Hotel Le Meridien, Jakarta, dimana Fathanah tengah bersama perempuan muda yang belakangan diketahui bernama Maharany Suciyono, mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Malam itu, KPK juga menangkap dua anggota direksi perusahaan importir daging sapi PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.
Fathanah ditangkap terkait suap pengurusan kuota impor daging di Kementerian Pertanian. Dalam pemeriksaan, Maharany mengaku diberi uang Rp 10 juta oleh Fathanah. Namun, karena tak terkait kasus korupsi yang disidik, wanita cantik itu diperbolehkan pulang, sedangkan Fathanah tetap diperiksa penyidik KPK.
Akan tetapi masalah wanita yang mengelilingi Fathanah sempat mendingin beberapa waktu, ketika KPK fokus mengusut tersangka kasus suap impor daging sapi. Namun, masalah tersebut kembali memanas ketika KPK mulai menyidik Fathanah atas sangkaan tindak pidana pencucian uang.
Pada mulanya KPK memeriksa Sefti Sanustika yang pada saat itu sedang hamil tua yang mengaku sebagai istri muda Fathanah. Sefti saat itu tinggal di sebuah apartemen di Depok dan saat itu KPK tengah melacak aset Fathanah dan menyita sejumlah mobil mewah yang terkait dengannya, seperti Mercedes Benz C200, Toyota FJ Cruiser, dan Toyota Alphard.
Kisah soal wanita–wanita disamping Fathanah ini belum berhenti.Karena kemudian KPK kembali menyita mobil Honda Jazz dari seorang wanita model bernama Vitalia Shesya. Honda Jazz ini ternyata diduga pemberian Fathanah untuk Vitalia. Vitalia sudah dua kali diperiksa KPK dalam kaitan sangkaan TPPU Fathanah. Wajah Vitalia mudah dikenali karena pernah menjadi sampul majalah pria dewasa. Bahkan, sesi pemotretan yang menggambarkan keseksian Vitalia bisa dilihat melalui Youtube.
Selain mobil, dia juga menerima jam tangan buatan Swiss merek Chopard seharga Rp 70 juta dan uang Rp 250 juta dari Fathanah. Keroyalan Fathanah untuk Vitalia tak sebatas itu. Vitalia juga diberikan perhiasan senilai Rp 100 juta, tetapi telah dijual dan uangnya habis untuk biaya hidup.
Tak hanya sampai disitu, kabarnya, kasus Fathanah masih menyeret banyak wanita cantik yang menurut beberapa media bisa mencapai 45 orang wanita. Tak diketahui ke-45 orang tersebut adalah istri simpanan AF atau termasuk juga termasuk saudara. Meski demikian, kasus ini sungguh menarik perhatian publik sambil berharap bahwa kasus ini dapat segera diselesaikan oleh pemerintah secara tepat.
Wanita Djoko Susilo
Kemudian, muncul nama mantan Putri Solo 2008, Dipta Anindita. Ia muncul karena diduga turut menerima aliran dana dari seorang Irjen Djoko Susilo, terkait korupsi pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri.
Bahkan Dipta dicegah untuk tidak bepergian keluar negeri. Selama kasus ini bergulir sejak Agustus 2012 lalu, nama Dipta tak pernah tersebut. Sekalinya muncul bahkan KPK mengaku telah meminta keterangan Dipta atas kekayaan Irjen Djoko yang diduga sebagai suaminya. Besar kemungkinan Djoko menyamarkan harta hasil tindak pidana korupsi yang dilakukan dengan cara menyembunyikannya di rekening istrinya.
Dalam surat dakwaan dibacakan oleh anggota tim Jaksa Penuntut Umum, Mochammad Wiraksajaya, Djoko membelanjakan harta itu dengan maksud untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul, atau kepemilikan yang sebenarnya atas harta kekayaan tersebut yang diketahuinya, atau patut diduganya berasal dari hasil korupsi.
Mantan Kakorlantas Polri itu tercatat pada tanggal dan hari sama Djoko membeli sebidang tanah seluas 750 meter persegi dengan sertifikat hak milik nomor: 03799/ Jangli, terletak di perumahan Golf Residence Semarang, Jalan Bukit Golf II nomor 12, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tanah itu dibeli atas nama Dipta.
Dalam pembelian tanah itu, Djoko diduga memanipulasi nilai pembelian. Sebab, dalam akta jual beli tercatat nilai pembelian sebesar Rp 940 juta, padahal harga pembelian sebenarnya Rp 7,1 miliar.
Selain Dipta, juga muncul Mahdiana. Mahdiana adalah istri kedua Irjen Pol Djoko Susilo (DS). Dia beberapa muncul di KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus tindak pidana pencucian uang tersangka DS. Meski tak berpenampilan glamor dan kerap menampilkan kecantikan yang sederhana namun tas Prada milik Mahdiana semakin mengukuhkan dirinya kerap diguyur uang berlimpah dari suaminya, Djoko Susilo. Sebab KPK menyita Salon Cla milik Mahdiana, terletak di Jalan Taman Margasatwa, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Selain itu, lembaga antirasuah itu turut menyita tiga SPBU diduga milik Djoko Susilo. Ketiga SPBU itu antara lain terletak di Ciawi-Jawa Barat, Kaliungu-Semarang, dan Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. Baru-baru ini, KPK menyita enam bus pariwisata diduga milik DS, sebuah rumah mewah, dan sebidang sawah di Bali, atas nama Mahdiana.(ARZ)
.png)


























No Comment to " WANITA CANTIK DAN KORUPTOR "